18/07/16

Pengalaman Mengikuti Model United Nations

Sebenernya saya ikut MUN itu pas tahun 2012, waktu masih semester 3. Tapi entah kenapa baru kepikiran sekarang buat nulisnya hehehe. Well tapi mudah-mudahan aja pengalaman yang saya bagikan ini bisa tetep berguna dan relevan ya hehe.

Jadi, MUN yang waktu itu saya ikuti namanya PadMUN a.k.a Padjadjaran Model United Nations. Waktu itu level acaranya belum open sih alias masih internal mahasiswa Unpad aja. waktu itu juga biayanya masih sekitar 100k kalo sekarang udah lebih mahal sih ya hehe.

Nah, seminggu sebelum acara conference, kita diminta ikut untuk acara workshopnya. tujuannya supaya para newbies seperti saya bisa ngerti tentang apa itu MUN dan di MUN kita ngapain aja sih, dll. semua hal yang berkaitan tentang MUN dikupas tuntas disini. So, pastikan kita selalu taking notes. berbagai istilah baru waktu itu bisa saya dapatkan dan saya pahami, misalnya tentang caucus, draft resolution, dll.

Pas hari H, saya ikut ke UNGA karena emang daftarnya ke UNGA : 3rd Committee, waktu itu tema yang diangkat adalah tentang Children Soldier gitu which means apakah kita seharusnya ban perekrutan underage soldier (under 18). Saya kebagian jadi delegasi Switzerland. Disini kita emang diminta buat act and think like a real diplomat, like we really come from the country that we represent. Seru lho pengalaman selama MUN ini. Kita juga diusahakan untuk selalu stick sama position paper yang udah kita buat, karena it really defines our position. Toh kita emang harus selalu memperjuangkan kepentingan negara yang kita represent kan?.

Di MUN, kita belajar tentang diplomasi, mulai dari lobbying, negotiating, legal drafting, dll. banyak skill yang bisa kita pelajari misal critical thinking, thinking out of the box, dll banyak deh pokoknya. rugi kalo kalian selama kuliah nggak nyoba ikutan MUN. Apalagi sebagai mahasiswa di era globalisasi dan pasar bebas kayak sekarang ini kita nggak enhance kemampuan bahasa dan skill kita, wah udah dah tuh, tamat riwayat kita.

So, cukup sekian posting saya kali ini. semoga berguna ya.
Thank You.

24/08/15

Beasiswa Selama Studi di Universitas Padjadjaran

Well, kali ini saya mau sharing aja tentang beasiswa yang pernah saya dapetin selama saya jadi mahasiswa Unpad.

1.Beasiswa Indonesia Cerdas by Bank Rakyat Indonesia

Beasiswa ini saya dapatkan ketika saya duduk di semester 3. Waktu itu saya daftar 3 beasiswa sekaligus yaitu Beasiswa PPA, Beasiswa Yayasan Bakti Sosial Santoso dan Beasiswa BRI. Alhamdulillah saya diterima di beasiswa BRI, persyaratan yang dikriteriakan oleh pihak Bank BRI tidaklah sulit karena sebagian form sudah disediakan oleh pihak kampus, yang harus kita lakukan adalah daftar online di layanan Padjadjaran Authentication System (PAuS), setelah itu cetak dan lengkapi semua persyaratan dan kemudian kita buat dalam tiga rangkap. Semua persyaratan diserahkan ke pihak Fakultas untuk selanjutnya pihak Fakultas yang akan mengurus ke pihak Universitas.
Setelah itu, kita hanya tinggal menunggu pengumuman dari pihak Bank BRI. Pihak Bank BRI kemudian akan menghubungi kita untuk membuat rekening BRI yang baru jika kita belum memiliki nomor rekening BRI. Setelah pencairan pertama, kita diminta untuk datang ke Kantor Kas BRI Unpad untuk menandatangani surat tanda terima pencairan dana beasiswa. Besaran dana yang diberikan oleh pihak Bank BRI pada waktu itu sekitar Rp.350000 per bulan.

2. Beasiswa SERAH by Serikat Alumni Sejarah Unpad

Beasiswa ini saya dapatkan ketika saya duduk di semester 6. Jadi waktu saya memutuskan buat daftar beasiswa ini. Persyaratan untuk beasiswa ini sebetulnya sama saja seperti beasiswa lain yang ada di lingkungan Unpad. Tidak butuh waktu lama untuk seleksi beasiswa ini. Seleksi dilakukan oleh Serikat Alumni Sejarah Unpad. Beasiswa ini memiliki periode pemberian selama satu semester. Setelah satu semester, jika kita masih berminat ingin mengikuti program beasiswa ini maka kita diharuskan untuk mendaftar kembali pada masa pendaftaran di semester berikutnya. Persyaratan yang diminta tidaklah terlalu rumit, sama saja dengan beasiswa lain. Beasiswa ini dikhususkan untuk mahasiswa Ilmu Sejarah. Besaran dana yang diberikan adalah biaya bulanan sebesar Rp. 500.000 dan SPP sesuai UKT.

3. Beasiswa Karya Salemba Empat by Yayasan Karya Salemba Empat

Beasiswa ini saya dapatkan ketika saya duduk di semester 7. Waktu itu saya memutuskan untuk mengikuti seleksi beasiswa ini karena tertarik dengan pelatihan yang diberikan oleh pihak KSE kepada para beswan KSE. Selain uang saku senilai Rp. 600000 per bulan, kita akan mendapatkan berbagai pelatihan sesuai minat kita, yaitu Career Coaching, Entrepreneurship, Social Entrepreneur, dan Leadership. Yayasan Karya Salemba Empat memiliki banyak donatur dan beasiswa ini juga tersedia tidak hanya di kampus Unpad tetapi juga di beberapa PTN lain di Indonesia. Seleksi beasiswa ini tergolong ketat sehingga memakan waktu yang relatif lebih panjang dibanding beasiswa lainnya. Seleksi awal beasiswa KSE di-organise oleh Paguyuban KSE masing-masing PTN. Seleksi tahap selanjutnya dilakukan oleh pusat. Persyaratan administrasi  beasiswa KSE sebetulnya sama saja dengan beasiswa lain, hanya saja yang membedakan yaitu kita diwajibkan membuat beberapa essay, untuk persyaratan yang lebih lengkap bisa dicari di website masing-masing paguyuban PTN terkait. Seleksi tahap pertama adalah seleksi berkas, setelah itu seleksi tahap wawancara pertama dengan Paguyuban, selanjutnya seleksi wawancara tahap akhir oleh pihak pusat. Biasanya sekitar bulan Agustus atau September pengumuman tahap akhir sudah akan dipublikasikan. Pengalaman saya selama seleksi cukup menarik, setelah saya lolos seleksi berkas, saya mengikuti seleksi wawancara tahap pertama, pertanyaan yang diajukan pun tidak asing lagi seperti yang sering kita alami dalam seleksi kepanitiaan, seperti diminta untuk menjelaskan diri kita, kelebihan-kekurangan kita, keaktifan kita di kampus, time management, dedikasi kita, dll. Ada juga part pertanyaan dalam bahasa Inggris. Tapi tak perlu khawatir menurut saya itu relatif mudah kok. Selanjutnya adalah seleksi wawancara tahap akhir, ini juga sama saja, tidak terlalu sulit, asalkan kita sudah mempersiapkan segala sesuatunya pasti bisa. Ora et Labora. Ikuti saja pepatah tersebut. Intinya kita ikuti saja alurnya, lengkapi apa yang harus dilengkapi dan jangan lupa berdoa. Mama saya sering mengatakan "Rejeki mah nggak akan kemana kok." Umumnya, seringkali kita panik, apa yang tidak perlu dipersiapkan malah kita sibuk mengurusi hal itu, misalnya saja pihak KSE tidak meminta fotokopi PBB 2 tahun terakhir tetapi kita sibuk mencarinya dan melupakan persyaratan lain seperti harus menyediakan Kartu Hasil Studi selama 2 semester terakhir tapi malah melampirkan transkrip nilai total. Sebaiknya lebih teliti membaca informasi dan dengarkan baik-baik apa yang disampaikan oleh pihak Paguyuban KSE saat roadshow beasiswa KSE. Jika ada hal yang masih belum dimengerti, sebaiknya tanyakan saat roadshow beasiswa KSE.


Mungkin cukup sekian saja pengalaman yang saya bagikan kali ini. Insya Allah akan saya sambung lagi.
Oh iya, di Unpad tidak perlu khawatir kalian nggak bakal dapet beasiswa, karena beasiswa yang tersedia amatlah banyak, kita hanya perlu rajin update informasi dan segera daftar sebelum deadline. Kalo ada yang mau ditanyain sila hubungi saya, saya siap bantu kok.

Thank you ya udah mau baca.

Pengalaman Menggunakan Jasa Go-Jek di Jatinangor

Well kali ini saya mau berbagi sedikit pengalaman saya waktu nyoba pake Go-Jek di Jatinangor. Jadi tuh sekitar pertengahan Agustus which is baru sekitar dua mingguan yang lalu saya iseng lah coba-coba pake Go-Jek karena kan biasanya jarang banget dan susah banget nemu Go-Jek di Jatinangor. Nah pas kemaren sekalinya nemu tanpa pikir panjang langsung aja order dari nangor buat ke Dipati Ukur, di appsnya sih tertulis sekitar jarak 16 KM dan kena charge 10rb. Eh usut punya usut ternyata di Bandung lagi promo tuh Go-Jek. jarak <25 KM tarif flat 10rb. Lumayan banget kan bolak-balik Bandung-Nangor cuma 20rb?!.

Nah abis order kita ditelepon sama bapak driver Go-Jek nya buat make sure lokasi kita dimana dan pake baju apa dan blablabla. Abis nunggu sekitar 6 menitan depan shelter DAMRI Gerlam dijemputlah saya sama driver Go-Jek. Ternyata bapak ini nggak pake uniform Go-Jek yang ijo khas itu. Saya tanyain kenapa nggak pake, katanya sih karena daripada ribut sama ojek pangkalan jadi ya akhirnya bapak ini nggak pake. Terus saya dikasih helm Go-Jek, masker sama penutup kepala. Alhamdulillah jalanan lancar dan akhirnya saya sampe di DU. Di jalan sih sempet ngobrol juga sama bapaknya. Katanya beliau ini dulu ojek pangkalan yang di-approach sama pihak Go-Jek buat join sama mereka dan kata bapaknya, Alhamdulillah banget sehabis join, profit dia nambah dan berkali lipat pula. Sehari mereka ditarget sekitar 10 order transport dan 5 order Go-Food dan jasa lain. Kalo ordernya lebih dari 5 order, dapat bonus sekitar 50rb. Sistem profit-sharing nya juga menguntungkan banget. 80% buat driver dan 20% buat Go-Jek. Baik banget kan Go-Jek?! ternyata memang purpose awalnya Go-Jek ya buat nyediain jasa transport yang diharapkan bisa menjawab kebutuhan customer dan juga memang buat ngajak ojek konvensional buat nyesuain sama perkembangan zaman dan teknologi. Oh iya satu lagi, jadi kalo di kita kan tampilan tarifnya 10rb, ternyata kalo di driver tetep by distance. jadi di bapaknya sih sekitar 50rb. Lho kok bisa? jadi ternyata si pihak Go-Jek tetep ngasih komisi sesuai tarif normal,customer cuma bayar sesuai promo, kekurangan biayanya ditanggung pihak Go-Jek. Go-Jek emang luar biasa banget.

Nah balik lagi, pulangnya saya putuskan buat naik Go-Jek lagi. Kali ini saya naik dari Jalan Riau Bandung. Disini saya nggak butuh waktu lama buat nemuin nearby driver karena emang banyak banget, beda banget sama di nangor sana yang butuh banget miracle buat nemuin driver Go-Jek. Pengalaman yang sama saya rasain juga. Fasilitas buat customer berupa helm, masker sama penutup kepala. Satu hal yang nggak saya dapetin dari ojek konvensional tapi saya dapetin di Go-Jek adalah keramahan drivernya. Driver Go-Jek emang ditraining dulu buat hospitality. Selain itu, hasil ngobrol2 sama drivernya, mereka begitu decided buat join Go-Jek, mereka dikasih uniform, pelatihan, helm, masker, penutup kepala dan smartphone yang udah built in apps Go-Jek driver. Lengkap banget ya Go-jek nyediain kebutuhan karyawannya.

Nah jadi buat kamu yang pengen nyobain Go-Jek juga buruan deh instal Go-Jek di smartphone kalian mumpung lagi ada promo. Masukin juga kode voucher berikut ini supaya dapet saldo awal wallet Go-Jek senilai 50rb. kodenya : 544147233.

Oh iya ini saya nggak lagi endorse atau promo ya. Saya cuma share pengalaman aja kok.